Marketing mix atau yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bauran pemasaran adalah suatu strategi penjualan atau promosi serta penentuan harga yang bersifat unik serta dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling menguntungkan untuk pasar yang dituju.
Dengan perkembangan dunia teknologi yang sangat cepat, tentu setiap komponen marketing mix berikut tidaklah kaku. Adakalanya muncul hal-hal baru yang dapat bersifat subtitusi (menggantikan) maupun komplementer (pelengkap).
Sebagai contoh, fenomena masuknya brand-brand besar dalam platform sosial media otomatis menambah satu komponen lagi dalam marketing mix, yaitu komponen engagement atau interaksi. Interaksi sosial brand ini sebenarnya bukan murni bentuk promosi dan bukan juga aktivitas bisnis, tapi ini adalah contoh komponen baru yang berkembang akibat perubahan zaman.
Pengertian Bauran Pemasaran Menurut Para Ahli
Menurut pandangan Kotler dan Armstrong, bauran pemasaran adalah beberapa variabel dalam marketing, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target penjualan yang diinginkan.
Sementara menurut Laura Lake, bauran pemasaran adalah beberapa komponen dalam marketing yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk menjual produk atau jasa kepada konsumen
Pandangan lain datang dari Gugup Kismono yang menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang terdiri dari strategi produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place).
Mc Carthy (Kotler 2000: 18)
Mc Carhty mempopulerkan tentang klasifikasi 4 unsur alat bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P yaitu (Product, Price, Place dan Promotion).
Dalam dunia pemasaran orang-orang telah mengenal dengan istilah 7P dengan ditambahkannya sara fisik yaitu (Phsycal evidence, People dan Pocess). Variabel bauran pemasaran ini yang pada umumnya diterapkan dalam perusahaan.
Menurut Dhaimesta, dan Irwan (2000: 74)
Bauran pemasaran merupakan variabel-variebel yang dipakai perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen.
Sejarah dan Perkembangan Bauran Pemasaran
1. Masa James Culliton
Bisa dikatakan bahwa awal munculnya bauran pemasaran disebabkan karena artikel dari Culliton yang berjudul The Management of Marketing pada tahun 1948. Dalam artikel ini disebutkan bahwa seorang eksekutif bisnis merupakan Mixer of ingredient yang kadang menyiapkan resepnya sendiri dalam membangun perusahaan dan kadang menggunakan resep orang lain dan mencampurkannya sendiri untuk perusahaannya. Teori mengenai Mixer of Ingredient inilah yang menjadi awal mula dari keberadaan. Bauran pemasaran.
Setelah membaca artikel dari Culliton, Neil kemudian memiliki gagasan sendiri mengenai Mixer of Ingredient ini. Dimana seorang eksekutif bisnis harus merupakan orang yang kreatif dalam melakukan pembauran prosedur dan kebijakan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Konsep ini kemudian diungkapkannya dalam artikel yang berjudul The Concept of the marketing Mix. dalam artikel ini menurutnya dalam dunia pemasaran ada 12 aspek yang perlu diperhatikan. 7 aspek yang masuk dalam bauran pemasaran 7P dan 5 aspek lainnya adalah packaging, displating, servicing, physical handling serta analisis.
Sesungguhnya 5 aspek ini sudah dimasukkan dalam ke dalam apek dalam 7P seperti packaging dan hal-hal yang berhubungan dengan produk dimasukkan dalam konsep product dan lainnya.
3. Masa bauran pemasaran 4P
Untuk masa bauran pemasaran ini sudah disebutkan di sub bab sebelumnya
4. Masa bauran pemasaran 7P
Masa bauran pemasaran 7P ini dimulai dari tahun 1981 dan dikemukakan oleh Booms dan juga Bitner. Jika disingkat memang sangat mudah menyebutkan bauran pemasaran 7P ini. Akan tetapi pada pelaksanaannya ada banyak detail yang harus diperhatikan. Untuk anda yang sedang belajar membangun perusahaan yang sukses dan kuat, maka pastikan anda mempelajari bauran pemasaran ini terlebih dahulu.Di banyak referensi mengenai konsep bauran pemasaran 7P ini sudah ada banyak penjelasan mengenai hal-hal penting serta contoh dan kesalahan. Oleh karena itu untuk membangun sebuah perusahaan yang solid, bauran pemasaran seperti bauran pemasaran 7P perlu dipelajari dengan seksama.
Konsep Bauran Pemasaran
Awalnya konsep bauran pemasaran dikenal dengan istilah 4P (Product, Price, Place, Promotion). Kemudian pakar marketing Boom dan Bitner menambahkan bauran pemasaran dalam bisnis jasa menjadi 7P. Hingga kini konsep marketing mix dianggap telah mengalami perkembangan menjadi 7P. Berikut masing-masing penjelasan selengkapnya
Awalnya konsep bauran pemasaran dikenal dengan istilah 4P (Product, Price, Place, Promotion). Kemudian pakar marketing Boom dan Bitner menambahkan bauran pemasaran dalam bisnis jasa menjadi 7P. Hingga kini konsep marketing mix dianggap telah mengalami perkembangan menjadi 7P. Berikut masing-masing penjelasan selengkapnya
1. Product (Produk)
Product yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang dijual dalam bisnis atau perusahaan. Baik itu barang maupun jasa yang memiliki nilai guna serta yang sedang dibutuhkan oleh konsumen. Kunci keberhasilan pemasaran produk adalah barang dan jasa tersebut haruslah menjawab kebutuhan konsumen.
Tidak hanya itu saja sebetulnya. Suatu barang atau jasa dituntut harus memiliki nilai lebih dibanding produk lain. Hal itu supaya produk tersebut bisa menjadi pilihan konsumen. Apalagi saat ini persaingan sangat ketat. Ada banyak sekali produk serupa dan sejenis yang sengaja dilempar ke pasar dalam waktu bersamaan.
2. Price (Harga)
Price atau harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa yang dijual. Harga sudah menjadi aspek yang tidak kalah penting. Maka penentuannya perlu pertimbangan yang matang.
Hal ini karena seringkali konsumen menggunakan harga sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli suatu barang maupun jasa. Harga ini sifatnya sangat flexible. Oleh karena itu, ada baiknya perusahaan untuk mengikuti alur dinamika pasar dalam penentuan harga produk pada nilai yang tepat. Bagaimana menentukan harga yang tepat?
Harga dianggap sudah dalam level yang tepat adalah di mana suatu harga tetap diterima konsumen. Namun sekaligus perusahaan masih bisa mendapatkan keuntungan.
3. Place (Tempat)
Konsep 7P selanjutnya adalah place atau tempat. Tempat ini maksudnya adalah lokasi untuk melakukan proses jual beli produk baik barang maupun jasa. Konsep ini sangat penting terutama bagi usaha konvensional. Perusahaan dengan bisnis konvensional harus paham betul di mana lokasi yang strategis.
Setidaknya yang mudah dikunjungi oleh konsumen. Namun itu dikhususkan untuk bidang usaha konvensional saja. Sementara saat ini sudah marak yang namanya bisnis modern atau bisnis online. Oleh karena itu di jaman ini pengertian aspek tempat lebih beragam. Terutama disesuaikan dengan media yang digunakan.
4. Promotion (Promosi)
Tujuan utama dari promosi adalah supaya konsumen lebih mengenal serta merasa tertarik untuk mencoba membeli produk. Baik itu produk berupa barang maupun jasa. Dalam kegiatan promosi, perusahaan harus mampu mengubah persepsi konsumen menjadi positif terhadap produk yang dijual.
Promosi bisa dilakukan dengan beragam cara. Baik itu secara offline misalnya face to face, atau door to door. Hingga pemasaran secara online yaitu melalui media social, internet, dan masih banyak lagi.
5. Process (Proses)
Aspek proses merupakan gabungan dari keseluruhan aktivitas. Mulai dari prosedur, jadwal pekerjaan, aktivitas, mekanisme, serta hal-hal rutin lainnya. Seluruh aktivitas tersebut berhubungan dengan produk yang dihasilkan serta disampaikan kepada konsumen. Perusahaan atau bisnis harus mengutamakan aspek proses ini. Mengapa? Karena proses berhubungan langsung dengan pihak konsumen.
Sementara konsumen sendiri merupakan pihak yang menerima produk baik barang maupun jasa yang dibuat oleh perusahaan. Dalam aspek proses ini akan terdapat aktivitas pelayanan serta proses transaksi. Perusahaan harus terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk konsumen dengan beragam teknik sampai mereka merasa puas.
6. People (Orang)
Termasuk juga dalam konsep 7P adalah people atau aspek orang. Yang dimaksud people disini tentu bukan hanya konsumen saja. Namun seluruh SDM yang terlibat, termasuk pekerja hingga tim bisnis. Khusus untuk aspek ini sangat penting untuk diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan setiap orang tentunya punya kecenderungan yang berbeda dalam mengelola bisnis.
Namun SDM yang berhubungan langsung dengan pelayanan dianggap sebagai bagian paling vital. Bagian SDM pelayanan akan langsung dapat mempengaruhi persepsi pembeli, pribadi pelanggan, sekaligus pelanggan lain yang ada di lingkungan pelayanan tersebut. Pada intinya perusahaan perlu menaruh perhatian lebih pada SDM yang terlibat dalam kegiatan bisnis.
7. Physical Evidence (Bukti Fisik)
Terakhir yang masuk dalam konsep 7P adalah bukti fisik/physical evidence yaitu semua perangkat yang digunakan sebagai pendukung berjalannya sebuah bisnis. Untuk bisnis skala besar, sudah pasti semakin banyak membutuhkan perangkat. Selain itu akan semakin kompleks pula fungsi serta penggunaannya.
Manfaat dan kekurangan Bauran Pemasaran
Dengan elemen yang kompleks, tentu saja bauran pemasaran memberikan manfaat yang dibutuhkan oleh sebuah bisnis. Manfaat dari bauran pemasaran antara lain:
Sederhana
Konsep ini menyederhanakan dan menyatukan berbagai kegiatan pemasaran menjadi satu, sehingga pemasaran lebih mudah untuk dilakukan dan dikelola.
Konsep ini menyederhanakan dan menyatukan berbagai kegiatan pemasaran menjadi satu, sehingga pemasaran lebih mudah untuk dilakukan dan dikelola.
Alokasi sumber daya yang bijaksana
Sumber daya biasanya bersifat terbatas sehingga harus digunakan seefektif mungkin. Dengan konsep bauran pemasaran, pemilik bisnis mampu mengetahui seluruh elemen dalam pemasaran sehingga sumber daya yang digunakan menyesuaikan elemen lainnya.
Alokasi tanggung jawab
Bauran pemasaran akan membuat pemilik bisnis belajar untuk membagi tugas pemasaran yang sesuai dan seimbang. Penggabungan variabel pemasaran akan menghasilkan jobdesk yang bermacam-macam. Walaupun dalam bisnis membutuhkan tim yang solid dan satu, akan tetapi pemilik bisnis ataupun manajer perlu untuk mengalokasikan tanggung jawab kepada tiap orang sesuai dengan jobdesk dan kemampuan yang dimiliki.
Memfasilitasi proses komunikasi
Manfaat ini merupakan kelanjutan dari poin sebelumnya. Apabila pemilik bisnis mampu mengalokasikan tanggung jawab untuk tiap divisi dengan jobdesk masing-masing, maka selanjutanya dapat belajar mengenai bagaimana menyatukan komunikasi di antara semuanya.
Mampu menganalisa keuangan
Pemilik bisnis harus mengetahui bagaimana arus biaya dan pendapatan sesuai dengan situasi yang terjadi. Banyaknya elemen pemasaran yang harus dijalankan, membuat pemilik bisnis akan lebih pintar mengalokasikan keuangan. Sehingga dapat membiayai banyak kebutuhan dan tetap menghasilkan keuntungan.
Kekurangan Konsep Bauran Pemasaran
Namun di balik berbagai manfaat yang dapat diperoleh, bauran pemasaran juga mempunya beberapa kekurangan yang diringkas dalam poin-poin berikut.
- Lebih berorientasi pada internal bisnis sehingga tidak mempertimbangkan perilaku konsumen
- Menganggap konsumen sebagai pihak pasif yang tidak memungkinkan untuk melakukan interaksi
- Tidak membahas terkait hubungan dengan konsumen dan brand experience
Penerapan Strategi Pemasaran
Sebelum melakukan langkah-langkah strateg i pemasaran, perlu di perhatikan bahwa adanya faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam strategi pemasaran. Beberapa faktor tersebut sebagai berikut:
Keadaan Ekonomi – Strategi pemasaran disesuaikan dengan kadaan ekonomi, perusahaan harus mengembangkan strategi jangka panjang guna memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri perusahaan dan memastikan kelangsungan hidup perusahaan jangka panjang.
Siklus daur hidup produk – Menyesuaikan strategi pemasaran dengan tahap-tahap daur hidup, sperti tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap kemunduran.
Tingkat persaingan pasar – Menyesuaikan strategi pemasaran dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan, apakah perusahaan berada dalam kategori memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil saja dari ceruk pasar.
Marketing Segmentation (Segmentasi Pasar) – yaitu tindakan membagi pasar kedalam kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran yang terpisah
- Market Targeting (Penetapan Target Pasar) – merupakan proses evaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih salah satu atu lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk mambangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin untuk menawarkan berbagai macam produk yang lebih lengkap untuk memenuhi seluruh segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan apabila hal ini terbukti berhasil, maka mereka akan menambahkan segmen.
- Diferentiation & Positioning (Diferensiasi dan Posisi Pasar) – Perusahaan harus bisa memutuskan bagaimana mendiferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya yang ada pada pasar, maka konsumen tidak mempunyai alasan lagi untuk membelinya.
Daftar Referensi :
- https://www.hestanto.web.id/bauran-pemasaran-marketing-mix/#:~:text=Bauran%20pemasaran%20adalah%20kumpulan%20alat,berbagai%20perusahaan%20dalam%20bidang%20pemasaran.
- https://karinov.co.id/pengertian-bauran-pemasaran-7p/
- https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-lengkap-bauran-pemasaran/
- https://www.jurnal.id/id/blog/ketahui-manfaat-dan-kekurangan-bauran-pemasaran/
- https://blog.malavida.co.id/bauran-pemasaran/
- https://salamadian.com/bauran-pemasaran-marketing-mix-4p-7p/
