Selama ini banyak yang beranggapan salah bahwa dengan menggunakan Load balancing dua jalur koneksi, maka besar bandwidth yang akan didapat menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan load banlancing. Hal ini perlu diperjelas, bahwa load balancing tidak akan menambah besar bandwidth yang diperoleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.
Bagaimana cara kerjanya :

Adapun yang perlu dipahami kembali dari pentingnya menggunakan Load balancing untuk website atau aplikasi berbasis web lainnya diantaranya :
- Waktu respon adalah manfaat terbesar untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi bebam lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan halaman website.
- Dengan Load balancing akan mewarisi sedikit redudansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita akan menyadari downtime apapun
Kelebihan Load Balancing:
- Dapat membagi pekerjaan secara merata kepada server layanan utama.
- Sebagai pintu masuk kepada layanan yang ada.
- Meminimalisir waktu down dari layanan.
- Mempercepat akses layanan karena dapat mengarahkan permintaan layanan ke server yang memilih respon cepat.
Kelemahan Load Balancing:
- Menambah biaya karena membutuhkan dua atau lebih server.
- Jika server induk bermasalah maka semua sistem virtual yang ada di dalamnya tidak bisa digunakan.
- Penempatan semua data dalam satu server akan menjadi target serangan virus atau pun seorang hacker.
Fungsi Load Balancing :
- Dapat menerima trafik dari sebuah network, misalnya web traffic dan mengarahkannya ke site tertentu
- Dapat melakukan split trafik menjadi individual request dan menentukan server mana yang akan menerima individual request tersebut
- Dapat memantau server dengan meyakinkan bahwa server tersebut bertanggung jawab terhadap trafik
- Dapat memberikan redudansi dengan mengaktifkan serber lebih dari satu unit melalui mekanisme fail-over
- Dapat menawarkan distribusi content seperti pembacaan URL. Interconnecting cookies dan XML parsing
CONTOH ALGORITMA LOAD BALANCER
ROUND-ROBIN
Algoritma ini dapat mendistribusikan beban kepada seluruh server anggota cluster sehingga masing-masing server akan mendapat beban yang sama dalam waktu yang sama. Round-Robin ini sangat cocok saat seluruh anggota server memiliki kemampuan untuk processing yang sama, karena jika tidak sama maka beberapa server bisa jadi menerima request lebih dari kemampuan processing server itu sendiri, sedangkan yang lainnya hanya akan menerima beban lebih sedikit dari resource yang dimiliki.
WEIGHTED ROUND-ROBIN
Algoritma ini dapat melakukan perhitunggan perbedaan kemampuan processing dari masing-masing server anggota cluster. Administrator dapat memasukkan secara menual parameter beban yang akan ditangatangai oleh masing-masing server anggota cluster, kemudian schedulling sequence secara otomatis dilakukan berdasarkan beban server. Request tersebut kemudian akan diarahkan ke server yang berbeda sesuai dengan round-robin scheduling sequence.
LEAST-CONNECTION
Algoritma ini dapat melakukan pengiriman request pada server anggota cluster, berdasarkan pada server mana yang memiliki fewest connections.
LOAD-BASED
Algoritma ini dapat mengirimkan pake request ke server anggota cluster berdasarkan server mana yang akan memiliki beban terkecil.
TRIK YANG BISA DIJALANKAN OLEH LOAD BALANCING
Administrator load balancer membuat peraturan penerutan untuk 4 jenir traffic utama berikut ini.
HTTP
Standar balancer HTTP akan mengarahkan permintaan dari mekanisme HTTP standar. Load balancer ini menetapkan header X-Forwarded-For, X-Forwarded-Proto, dan X-Forwarded-Port untuk memberi informasi mengenai permintaan awal.
HTTPS
Fungsi HTTPS hampir sama dengn HTTP hanya perlu penambahan enkripsi yang ditangani dengan salah satu dari dia cara yaitu dengan passthrough SSL yang menyimpan enkripsi sampai ke backend, atau dengan penghentian SSL yang menempatkan beban dengan deskripsi pada load balancer namun mengirimkan traffic yang tidak dienkripsi di bagian belakang.
TCP
Jika tidak menggunakan aplikasi dengan HTTP dan HTTPS maka bisa diimbangi dengan TCP. Misalnya trafik ke cluster database bisa tersebar di semua server.
UDP
Beberapa balancers beban telah menambahkan dukungan untuk protocol internet core balancing seperti DNS dan syslogd yang menggunakan UDP.
Daftar Referensi :
https://idcloudhost.com/memahami-pentingnya-load-balancing/
https://www.jetorbit.com/blog/memahami-pentingnya-load-balancing-pada-jaringan/
https://hosteko.com/blog/belajar-mengenal-load-balancing
