Berikut beberapa penjelasan perbedaan antara data warehouse dan OLTP berdasarkan :
1. Karakteristik
OLTP mempunyai database yang sering kita jumpai dalam aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari dari suatu toko atau perusahaan, contoh : database yang digunakan pada sistem informasi penjualan.
Sehingga database tersebut didesain atau dirancang khusus untuk menangani kegiatan operasional atau transaksi dari suatu toko atau perusahaan.
Hal ini jelas berbeda dengan data warehouse karena data warehouse menyimpan data yang bersifat historical dan digunakan untuk menangani kegiatan penyajian informasi.
2. Orientasi
OLTP lebih berorientasi pada transaksi, sedangkan data warehouse lebih diorientasikan pada proses untuk melakukan analisis.
3. Struktur Data
Karena OLTP diorientasikan pada proses transaksi, maka query yang digunakan lebih dioptimalkan untuk mendukung proses transaksi tersebut. Sehingga harus dihindarkan dari data yang berulang-ulang atau redudan. Dalam hal ini, perancangannya membutuhkan normalisasi.
Sedangkan dalam data warehouse yang berorientasi pada proses query untuk menghasilkan suatu informasi yang lengkap dan akurat, maka memungkinan terjadinya data yang berulang-ulang karena dibutuhkan akses yang cepat dalam query-nya. Dalam hal ini, perancangannya haruslah denormalisasi.
4. Tipe Data
Dalam hal tipe data, data yang dimiliki oleh OLTP bersifat bernilai sekarang. Hal ini disebabkan karena OLTP menyimpan data operasional atau transaksi yang terjadi secara terus-menerus dalam suatu perusahaan atau toko.
Sedangkan data warehouse memiliki data yang bersifat historical, karena data tersebut hanya akurat pada saat proses ETL (update) dilaksanakan atau berdasarkan periode yang telah ditentukan.
5. Frekuensi Akses
Frekuensi dalam mengakses OLTP sangat tinggi karena data terus-menerus dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional atau transaksi dalam suatu perusahaan atau toko. Contoh : dalam sistem informasi penjualan, dimana data yang terdapat dalam tabel yang berisi informasi barang akan sangat ditinggi diakses untuk mendukung proses transaksi (misalnya harga barang).
Sedangkan dalam data warehouse, frekuensi aksesnya sangat sedang dan bahkan dapat dikatakan rendah, hal ini disebabkan karena data warehouse hanya diakses pada saat proses analisis dibutuhkan.
