g2QFCKwavghUp2yzjKrIFwEeG13RASCerFTCMH35
PENGERTIAN OLAP 

Online Analytical Processing, atau disingkat OLAP merupakan metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat, yaitu desain dari aplikasi dan teknologi yang dapat mengoleksi, menyimpan, memanipulasi suatu data multidimensi untuk tujuan analis. OLAP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian data. Aplikasi khusus dari OLAP adalah pelaporan bisnis untuk penjualan, pemasaran, manajemen pelaporan, manajemen proses bisnis (MPB), penganggaran dan peramalan, laporan keuangan dan bidang-bidang yang serupa. Istilah OLAP merupakan perampingan dari istilah lama database OLTP (Online Transaction Processing).

Dalam pengertian yang lebih rinci, OLAP (Online Analytical Processing) didefiniskan sebagai teknologi yang memproses data di dalam database dalam struktur multidimensi, menyediakan jawaban yang cepat untuk query dan analisis yang kompleks. Data yang disajikan biasanya merupakan suatu fungsi agregasi seperti summary, max, min, average dan lain-lain. OLAP merupakan bagian dari Business Intelligencey yang berguna untuk menyediakan laporan analisis, seperti penjualan, marketing, BPM (Business Process Management), budgeting, forecasting, keuangan dan sebagainya. model multidimensi, yang mengijinkan query analisis yang kompleks dengan kecepatan eksekusi yang tinggi.

Secara singkat OLAP adalah suatu proses yang digunakan untuk melakukan permintaan terhadap data dalam bentuk yang kompleks dan menganalisa data yang bervolume besar. maka dari itu OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi. OLAP bekerja dengan data dalam bentuk multidimensiyang biasanya berbentuk 3 dimensi yang disebut kubus (cube). Cube adalah bagian utama dari OLAP. Cube berisi kumpulan banyak data yang telah disatukan (diagregasi) sehingga mempercepat hasil query. Misal, data penjualan yang telah disatukan dengan data periode waktu dan jenis barang, akan mempercepat hasil query untuk menampilkan data penjualan per minggu, atau per bulan dan berdasarkan jenis barang tertentu.




Definisi OLAP Menurut Para Ahli
  • Menurut Inmon (2005: 500), OLAP merupakan bagian pemrosesan untuk lingkungan data mart.
  • Menurut Connolly & Begg (2005: 1205), OLAP adalah sintesis, analisis, dan konsolidasi dinamis dari sejumlah besar data multidimensional. OLAP merupakan tampilan mullti-dimensional dari data agregat untuk menyediakan akses cepat kepada informasi strategis yang akan digunakan untuk tujuan analisis tingkat lanjut.
  • Menurut Kimball & Ross (2002: 408), OLAP adalah kumpulan aturan yang menyediakan sebuah kerangka dimensional yang dapat mendukung sebuah keputusan.
  • Menurut Saptadi & Lisangan (2010: 83), OLAP adalah penggunaan sekumpulan perangkat grafis yang membantu user dalam menampilkan data secara multidimensional sehingga user dapat menganalisis data tersebut dengan menggunakan teknik yang lebih sederhana.
Tujuan dari OLAP adalah untuk menganalisis data multidimensi secara interaktif dari berbagai perspektif. OLAP terdiri dari tiga operasi analitis dasar: Konsolidasi (roll-up), drill-down, dan mengiris dan dicing.
  • Konsolidasi melibatkan agregasi data yang dapat diakumulasikan dan dihitung dalam satu atau lebih dimensi. Misalnya, semua kantor penjualan digabungkan ke departemen penjualan atau penjualan divisi untuk mengantisipasi tren penjualan.
  • Drill-down adalah teknik yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi melalui rincian. Misalnya, pengguna dapat melihat penjualan untuk produk individu yang membentuk penjualan suatu daerah.
  • Mengiris dan dicing adalah fitur dimana pengguna dapat mengambil (slicing) satu set data tertentu dari kubus OLAP dan melihat (dicing) irisan dari sudut pandang yang berbeda. sudut pandang ini kadang-kadang disebut dimensi (seperti melihat penjualan yang sama dengan penjual atau berdasarkan tanggal atau pelanggan atau dengan produk atau menurut wilayah, dll)

Fungsi OLAP
Source Image : http://www.robicomp.com/wp-content/uploads/2017/11/Fungsi-OLAP-332x400.png
  •  Fungsi OLAP adalah meningkatkan produktivitas pengguna akhir pada bidang bisnis, pengembang IT serta keseluruhan organisasi. Pengawasan yang lebih serta akses yang tepat waktu terhadap informasi strategis bisa menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih efektif.
  • Fungsi OLAP selanjutnya adalah menurunkan “backlog” pengembangan aplikasi untuk staf IT dengan cara membuat pengguna akhir bisa merubah skema serta membangun model sendiri.



Karakteristik OLAP

  • Mengizinkan bagi para pelaku bisnis untuk mempunyai pandangan logical serta multi dimensional terhadap data dalam data warehouse.
  • Memberi fasilitas pada analisis query secara interaktif dan kompleks bagi pengguna.
  • Mengizinkan pengguna dalam melakukan drilldown sehingga memperoleh rincian secara lebih jelas atau roll up untuk agregasi metric selama satu dimensi bisnis atau pun multi dimensi.
  • Mempunyai kemampuan untuk menyajikan perhitungan yang rumit serta perbandingan.
  • Menyajikan hasil dalam berbagai cara yang mempunyai arti dalam bentuk gambar maupun diagram.
Teknik OLAP

OLAP memiliki lima teknik yang dapat diringkas menjadi FASMI (Fast Analysis of Shared Multi-dimensional Information). Hal ini untuk memudahkan dalam memahami dan mengingatnya. Dan berikut adalah penjelasannya:
  • Fast
Sistem memiliki target untuk memberikan respon secepat mungkin pada pengguna menurut analisis yang dilakukan.

  • Analysis
Sistem mampu mengatasi berbagai logika bisnis serta analisis statistik yang relevan dengan aplikasi dan pengguna.
  • Shared
Sistem melakukan keseluruhan keperluan pengamanan data, yang mana apabila diperlukan banyak akses penulisan tentang data maka perlu disesuaikan dengan level pengguna. Karena tidak seluruh aplikasi memerlukan pengguna menulis data kembali, maka sistem harus bisa menyelesaikan multiple update dalam satu waktu dengan aman.
  • Multidimensional
Sistem harus memberikan conceptual view dari data secara multidimentional, baik full support hierarki maupun multiple support hierarki. Hal ini merupakan cara logis untuk melakukan analisis bisnis serta organisasi.
  • Information
Seluruh data serta informasi yang diperlukan dan relevan bagi aplikasi. Kapasitas produk OLAP tidak sama dalam menghandle input data, yang tergantung pada beberapa pertimbangan yaitu: duplikasi data, penggunaan disk space, penggunaan RAM, performance, integrasi terhadap data warehouse, dan sebagainya.


Tempat Penyimpanan OLAP

  • MOLAP (Multidimensional Online Analitycal Processing)
Menyimpan data serta agregasi struktur data multidimensi pada OLAP server sehingga menghasilkan performa query yang sangat bagus. Tempat penyimpanan ini cocok untuk database ukuran kecil hingga sedang.
  • ROLAP (Relational Online Analitycal Processing)
Menyimpan data serta agregasi kubus menggunakan tabel pada database relasional data warehouse. ROLAP mengakses secara langsung dari tabel fact saat memerlukan jawaban sebuah query.
  • HOLAP (Hybrid Online Analitycal Processing)
Hal ini merupakan gabungan antara MOLAP dan ROLAP. Pada HOLAP, data tersimpan pada tabel relasional namun agregasi data tersimpan pada format multidimensi. Model penyimpanan ini cocok untuk kubus yang memerlukan performa query bagus dengan jumlah data besar.

Sistem OLAP

Inti dari setiap sistem OLAP adalah kubus OLAP (juga disebut ‘kubus multidimensi’ atau hypercube). Ini terdiri dari fakta-fakta numerik yang disebut tindakan yang dikategorikan oleh dimensi. Langkah-langkah ditempatkan di persimpangan dari hypercube, yang membentang dengan dimensi sebagai ruang vektor. Antarmuka biasa untuk memanipulasi sebuah kubus OLAP adalah antarmuka matriks, seperti tabel Pivot dalam program spreadsheet, yang melakukan operasi proyeksi sepanjang dimensi, seperti agregasi atau averaging.

Contoh sederhana akan menjadi kubus yang berisi penjualan toko ini sebagai ukuran, dan Date / Time sebagai dimensi. Setiap Sale memiliki Date / Time label yang menjelaskan tentang penjualan itu.

Contoh:


Struktur Multidimensi

Struktur multidimensi didefinisikan sebagai "variasi dari model relasional yang menggunakan struktur multidimensional untuk mengatur data dan mengekspresikan hubungan antara data”. Struktur ini dibagi menjadi kubus dan kubus dapat menyimpan dan mengakses data dalam batas-batas masing-masing kubus. “Setiap sel dalam struktur multidimensi berisi data agregat yang berkaitan dengan unsur-unsur bersama masing-masing dimensi”. Bahkan ketika data dimanipulasi tetap mudah untuk mengakses dan terus merupakan format database kompak. Data masih tetap saling terkait. struktur multidimensi cukup populer untuk database analitis yang menggunakan pengolahan analisis (OLAP) aplikasi online.

Database analitis menggunakan database ini karena kemampuan mereka untuk memberikan jawaban atas pertanyaan bisnis yang kompleks dengan cepat. Data dapat dilihat dari sudut yang berbeda, yang memberikan perspektif yang lebih luas dari masalah seperti model lainnya.

Agregasi

Agregasi menurut istilah komputer adalah suatu teknik komposisi untuk mengimplementasikan objek dari suatu komponen, melalui objek baru yang dapat dibangun dengan satu atau beberapa yang sudah ada, yang mendukung pengolahan suatu interface.

Telah dinyatakan bahwa untuk kueri komplek kubus OLAP bisa menghasilkan sebuah jawaban sekitar 0.1% dari waktu untuk kueri yang sama pada data OLTP yang berhubungan. Mekanisme tunggal paling penting dalam OLAP yang bisa mencapai kinerja yang sedemikian merupakan penggunaan dari agregasi. Agregasi-agregasi dibangun dari fact table dengan mengubah granularitas pada dimensi khusus dan mengumpulkan lagi data sepanjang dimensi-dimensi tersebut. Jumlah agregasi yang mungkin ditentukan oleh setiap kombinasi yang mungkin dari dimensi granularitas.

Kelebihan dan Kekurangan OLAP

Kelebihan dari OLAP, yaitu :
  • Penyimpanan pengawasan organisasi melalui integritas data koorporasi.
  • Meningkatkan hasil dan keuntungan secara potensial dengan mengizinkan organisasi untuk merespon permintaan pasar lebih cepat.
  • Meningkatkan produktifitas pemakai akhir bisnis, pengembang IT, dan keseluruhan organisasi. Pengawasan yang lebih dan akses tepat waktu terhadap informasi strategis dapat membuat pengambilan keputusan lebih efektif.
  • Mengurangi “backlog” pengembangan aplikasi bagi staf IT dengan membuat pemakai akhir dapat merubah schema dan membangun model sendiri.
  • Sebagai aplikasi OLAP tergantung pada data warehouse dan sistemOLTP untuk memperbaharui sumber tingkatan data mereka.
  • Mengurangi aktifitas query dan lalulintas jaringan pada system OLAP atau pada data warehouse.

Sedangkan kekurangan OLAP, yaitu :
  • Tidak terdapat berfungsi untuk melakukan operasi pivot. Saat ini untuk melakukan operasi pivot dengan cara mengubah axis (baris dan kolom) dimensinya.
  • Aplikasi OLAP belum memiliki fungsi updating yang berguna pada saat terdapat data hotspot terbaru.

Daftar Referensi :
  • https://diyastama.wordpress.com/2015/09/13/pengertian-olap-dan-oltp/
  • https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-online-analytical-processing-olap/15084
  • http://www.robicomp.com/pengertian-olap-online-analytical-processing-dan-fungsinya.html
  • http://edipuspayasa.blogspot.com/2015/09/olap-dan-oltp.html

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar