Data mart adalah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung pembuatan laporan dan analisa data pada suatu unit, bagian atau operasi pada suatu perusahaan. Dalam beberapa implementasi data warehouse, data mart adalah miniature data warehouse. Data mart sering digunakan untuk memberikan informasi kepada segmen fungsional organisasi.
Contoh umum data mart adalah untuk departemen penjualan, departemen persediaan dan pengiriman, departemen keuangan, manajemen tingkat atas, dan seterusnya. Data mart juga dapat digunakan untuk gudang data segmen data untuk mencerminkan bisnis secara geografis terletak di mana masing-masing daerah relatif otonom. Sebagai contoh, sebuah organisasi layanan yang besar mungkin memperlakukan pusat operasi regional sebagai unit usaha perorangan, masing-masing dengan data mart sendiri yang memberikan kontribusi untuk gudang data master.
3 Jenis data mart
ada 3 cara mendesain sebuah data mart yaitu:
- Dependent Data Marts
- Independent Data Marts
- Hybrid Data Marts
Dependent Data mart adalah bagian dari sebuah data warehouse fisik. Dalam teknik ini, data marts diperlakukan sebagai subset dari data warehouse. Dalam teknik ini, kita harus membuat sebuah data warehouse terlebih dahulu lalu kita membuat data marts yang dibutuhkan. toko data jenis ini sangat bergantung pada data warehouse dan bisa mengekstrak catatan penting dari data warehouse. Dalam teknik ini, yang menciptakan data marts adalah data warehouse; Oleh karena itu, kita tidak perlu melakukan integrasi data mart karena sudah terintegrasi secara otomatis. Hal ini juga dikenal sebagai pendekatan top-down.
Independen Data Marts
Pendekatan kedua adalah Independent Data Mart (IDM) Di sini toko data dibuat terlebih dahulu baru setelah itu data warehouse dirancang menggunakan beberapa data marts independen. Dalam pendekatan ini, karena semua toko data dirancang secara independen jadi kita perlu mengintegrasikannya terlebih dahulu. Ini juga disebut pendekatan bottom-up.
Pendekatan kedua adalah Independent Data Mart (IDM) Di sini toko data dibuat terlebih dahulu baru setelah itu data warehouse dirancang menggunakan beberapa data marts independen. Dalam pendekatan ini, karena semua toko data dirancang secara independen jadi kita perlu mengintegrasikannya terlebih dahulu. Ini juga disebut pendekatan bottom-up.
Hybrid Data Marts
Hal ini memungkinkan kita untuk menggabungkan masukan dari sumber lain selain data warehouse. Hal ini dapat berguna untuk banyak situasi; terutama situasi dimana integrasi adhoc diperlukan, seperti kelompok atau produk baru ditambahkan ke dalam organisasi.
Hal ini memungkinkan kita untuk menggabungkan masukan dari sumber lain selain data warehouse. Hal ini dapat berguna untuk banyak situasi; terutama situasi dimana integrasi adhoc diperlukan, seperti kelompok atau produk baru ditambahkan ke dalam organisasi.
- SmartMart (IBM)
- Visual Warehouse (IBM)
- PowerMart (Informatica)
- Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan- kebutuhan pemakai yang terkait dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
- Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data warehouse.
- Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data warehouse.
Kelebihan dan Kelemahan Data Mart
Kelebihan Data Mart:
Akses lebih mudah pada data yang sering dipergunakan
Fleksibel dan mudah dibuat
Peningkatan pada respom-time dari users akhir
Biaya lebih murah dibanding data warehouse
Mempunyai definisi users yang lebih jelas dari suatu gudang data.
Kelemahan Data Mart:
Penilaian kerja LAN yang berbasis sistem manajemen database tidak dapat dilakukan
sepenuhnya.
Arsitektur Data Mart
Arsitektur Data Mart terdiri dari Dependent Data Mart dan Independent Data Mart. Keduanya memiliki perbedaan yang terletak pada sifat ketergantungannya pada data warehouse. Pada Dependent Data Mart, perolehan data sangat tergantung pada data warehouse terpusat, sedangkan pada Independent Data Mart diperoleh data eksternal dari sumber data secara langsung.
Jadi perbedaan utama antara data mart dependent dan data mart independent adalah dalam pengisian data mart, yakni bagaimana cara memperoleh sumber data dan masuk ke dalam data mart. Hal ini disebut Ekstraksi-Transformasi-Loading (ETL) Process.
Dependent Data Mart bertujuan untuk pencapaian peningkatan kinerja serta ketersediaan, kontrol yang lebih baik serta biaya yang lebih sedikit. Sedangkan Independent Data Mart dilatar belakangi oleh keperluan untuk mendapatkan solusi dalam kurun waktu yang singkat.
Perancangan
Tahap perancangan meliputi: pengumpulan persyaratan bisnis serta teknis, identifikasi sumber data, pemilihan data yang tepat, dan perancangan struktur logis serta fisik dari data mart.
Tahap perancangan meliputi: pengumpulan persyaratan bisnis serta teknis, identifikasi sumber data, pemilihan data yang tepat, dan perancangan struktur logis serta fisik dari data mart.
Pembangunan
Tahapan ini meliputi: pembuatan database fisik dan struktur penyimpanan misalnya tablespace yang berkaitan dengan data mart, menghasilkan obyek skema misalnya tabel dan indeks yang dijelaskan dalam langkah desain, serta menentukan cara yang terbaik dan struktur akses.
Tahapan ini meliputi: pembuatan database fisik dan struktur penyimpanan misalnya tablespace yang berkaitan dengan data mart, menghasilkan obyek skema misalnya tabel dan indeks yang dijelaskan dalam langkah desain, serta menentukan cara yang terbaik dan struktur akses.
Pengisian
Tahapan ini meliputi: pemetaan sumber data dalam rangka mentargetkan struktur data, menggali data, membersihkan serta mengubah data, memasukkan data dalam data mart, dan membuat serta menyimpan metadata.
Akses Data
Pada tahapan ini perlu untuk menempatkan data dengan menggunakan query data serta menganalisanya dan membuat laporan serta grafik.
Pada tahapan ini perlu untuk menempatkan data dengan menggunakan query data serta menganalisanya dan membuat laporan serta grafik.
Pengelolaan
Pada tahapan ini perlu dilakukan pengelolaan data mart dengan cara menyediakan akses data yang aman, mengelola perkembangan data, mengoptimalkan sistem untuk kinerja yang baik, serta memastikan tersedianya data dalam situasi apapun, bahkan pada saat terjadi kegagalan sistem.
Pada tahapan ini perlu dilakukan pengelolaan data mart dengan cara menyediakan akses data yang aman, mengelola perkembangan data, mengoptimalkan sistem untuk kinerja yang baik, serta memastikan tersedianya data dalam situasi apapun, bahkan pada saat terjadi kegagalan sistem.
Referensi :
- https://citaekayana.wordpress.com/2015/10/19/data-mart-data-warehouse-etl-elt-olap/
- https://slideplayer.info/slide/3654509/
- https://www.robicomp.com/penjelasan-tentang-pengertian-data-mart-dan-fungsinya.html
- https://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/DATA_WAREHOUSE.pdf
